RSS

Kamis, 02 Desember 2010

Orang Terkaya Indonesia 2010




Majalah Forbes merilis daftar 40 orang terkaya di Indonesia pada 2010. Disebutkan, kekayaan dari 40 orang itu mencapai US$ 71 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar US$42 miliar.

Pada urutan pertama, pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, tercatat sebagai orang paling kaya di Indonesia. Total kekayaannya senilai US$11 miliar.


 Di urutan kedua juga diduduki oleh bos perusahaan rokok yakni Susilo Wonowidjojo, pemilik Gudang Garam. Total kekayaannya mencapai US$ 8 miliar.



Berikut daftar 40 orang terkaya versi Forbes:

1. R Budi & Michael Hartono US$11 miliar
2. Susilo Wonowidjojo US$8 miliar
3. Eka Tjipta Widjaja US$6 miliar
4. Martua Sitorus US$3,2 miliar
5. Anthoni Salim US$3 miliar



6. Sri Prakash Lohia US$2,65 miliar
7. Low Tuck Kwong US$2,6 miliar
8. Peter Sondakh US$2,3 miliar
9. Putra Sampoerna US$2,3 miliar
10. Aburizal Bakrie US$2,1 miliar


 11. Kiki Barki US$1,7 miliar
12. Eddy William Katuari US$1,65 miliar
13. Edwin Soeryadjaya US$1,6 miliar
14. Boenjamin Setiawan US$1,5 miliar
15. Garibaldi Thohir US$1,45 miliar
16. Sukanto Tanoto US$1,4 miliar
17. Theodore Rachmat US$1,35 miliar
18. Chairul Tanjung US$1,25 miliar
19. Murdaya Poo US$1,15 miliar
20. Ciliandra Fangiono US$1,1 miliar
21. Benny Subianto US$1,05 miliar
22. Arifin dan Hilmi Panigoro US$985 juta
23. Sjamsul Nursalim US$850 juta
24. Agus Lasmono Suwikatmono US$845 juta
25. Kartini Muljadi US$840 juta
26. Tahir US$805 juta
27. Sandiaga Uno US$795 juta
28. Mochtar Riady US$730 juta
29. Ciputra US$725 juta
30. Hashim Djojohadikusumo US$680 juta
31. Harjo Sutanto US$350 juta
32. Trihatma Haliman US$600 juta
33. Hary Tanoesudibjo US$595 juta
34. Kusnan dan Rusdi Kirana US$580 juta
35. Wiwoho Baduki Tokronegoro US$575 juta
36. Engki Wibowo dan Jenny Quantero US$560 juta
37. Husain Djojonegoro US$545 juta
38. Eka Tjandranegara US$525 juta.
39. Sutanto Djuhar US$490 juta.
40. Prajogo Pangestu US$455 juta.

C A T A T A N
Inilah orang-orang muda di daftar 40 terkaya majalah Forbes Indonesia? Ada dua orang yang masih berusia 30-an tahun, dan seorang berusia 41 tahun.
Di posisi 20 ada Ciliandra Fangiono, 34 tahun, dengan kekayaan sebesar USD 1,1 miliar. Dia mengepalai First Resources yang mengelola 100 ribu hektar lahan minyak kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan. Bersama sejumlah saudaranya, Ciliandra menguasai 85 persen saham perusahaan itu. First Resources didirikan Martias, ayah Ciliandra, yang sejak 2003 tak banyak melibatkan diri di perusahaan itu.
Agus Lasmono Sudwikatmono, 39 tahun, memiliki kekayaan sebesar USD 845 juta. Dia adalah wakil presiden komisaris di Indika Energy, penambang batu bara. Agus adalah putra eksekutif papan atas dari grup Salim, Sudwikatmono--sepupu mantan presiden Soeharto.
Lalu ada Sandiaga Uno, 41 tahun. Ia tercatat berkekayaan USD 795 juta, hampir dua kali lipat tahun sebelumnya yang USD 400 juta. Ia ikut mendirikan Saratoga Capital bersama Edwin Soeryadjaya (di posisi 13 terkaya) pada 1998. Ia juga turut mengangkat Adaro Energy ke salah satu perusahaan penambang batu bara kedua terbesar di Indonesia. Tahun ini, ia sempat mencalonkan diri menjadi kepala Kamar Dagang Indonesia, tapi gagal.

2 komentar:

Lambertus Hurek mengatakan...

Minggu lalu saya sempat salaman dengan orang terkaya di Indonesia, Pak Budi Hartono, bos Djarum. Dia datang di Kenjeran sebagai ketua umum ATNI, asosiasi taijiquan nasional Indonesia. Ada kejuaraan nasional di Pantai Ria.

Pak Budi meski kaya raya, paling tajir di Indonesia, tetap sederhana, low profile, ramah, peduli sesama. Dia tidak suka publikasi sehingga sangat sulit menemukan fotonya di internet.

Syukurlah, saya akhirnya bisa bersalaman dan memotret beliau dalam kapasitas sebagai ketua ATNI.

Itulah bedanya orang yang benar-benar kaya, kaya, setengah kaya, pura-pura kaya, dan wong miskin. Semakin tidak kaya, orang semakin suka mejeng dan main Facebook, suka publikasi, suka sensasi.

Berbahagialah orang kaya ... karena merekalah yang empunya Kerajaan Dunia!

Lambertus Hurek mengatakan...

Cak Kaisar, saya koreksi sedikit. Yang sempat saya temui di Kenjeran itu Pak Michael Bambang Hartono. Bukan Budi Hartono.

Nuwun.

Poskan Komentar