RSS

Rabu, 17 November 2010

MARS - 1

UKURAN PLANET MARS

APA MANUSIA BISA HIDUP DI MARS ?
Saat ini sudah ada cabang ilmu yang mempelajari hal tersebut, masih dalam tahap embrio, yaitu geoengineering dan planetary engineering. Ilmu ini mempelajari dan menerapkan ilmu terkait rekayasa suatu planet agar dapat dihidupi manusia. Planet Mars masuk ke dalam pembahasan ilmu tersebut.

PERBANDINGAN MARS DENGAN BUMI

 Apakah Planet Mars dapat dihidupi manusia? Hal itu sangat mungkin, namun juga snagat sulit. Ada banyak kendala yang harus dihadapi, diantaranya kondisi atmosfer yang sangat tebal akan karbon dioksida, kondisi tanah yang sangat keras dan asam, keberadaan air yang sangat sedikit, ketiadaan magnetosfer, dan rendahnya gravitasi.


Untuk mengatasi kandungan CO2 yang tebal dapa digunakan alga yang diisolasi dan ditanamkan secara luas di planet Mars untuk menghisap CO2 dan mendatangkan Oksigen bagi planet Mars. Hal ini mengingatkan kita akan proses kehidupan di bumi, di mana alga berperan penting dalam menghadirkan oksigen di bumi. Agar kandungan oksigen mencapai 20% dari atmosfer, butuh waktu yang sangat lama.

 Untuk mengatasi kondisi tanah yang sangat keras dan asam, dapat dilakukan proses rekayasa tanah dengan menggunakan material organik (misal pupuk kandang) dan pengapuran. Hal ini umum dilakukan oleh banyak petani di seluruh dunia. Jika kondisi tanah sudah cukup bagus, maka kegiatan budidaya tanaman dapat dilakukan. Hal ini menjadi sangat penting, karena hanya inilah satu-satunya cara bagi manusia untuk mendapatkan makanan.
 Untuk mengatasi keberadaan air yang sangat sedikit, dapat dilakukan proses dehidrasi logam-logam tanah (hematit dan ghoetit) untuk mendapatkan sedikit air. Hal ini akan cukup menyulitkan dan membutuhkan banyak energi. Proses pengembunan udara menjadi alternatif lain, namun kandungan uap air di planet Mars hanya 220 ppm, terlalu kecil untuk diembunkan. Alternatif terbaik adalah dengan mengambil lapisan es yang ada di kutub planet.

Yang tersulit adalah mengatasi masalah ketiadaan magnetosfer. Hal ini penting untuk mengatasi radiasi sinar gamma, sinar x, dan solar storm yang datang dari matahari. Meski planet Mars memiliki lapisan ozon yang sangat tebal, tetap tidak akan bisa mengatasi hal ini. Magnetosfer sejauh ini tidak dapat dibuat; belum ada teori yang akurat yang dapat membangkitkan magnetosfer planet Mars melainkan hanya hipotesa.

Rendahnya gravitasi menjadi masalah utama lainnya bagi planet Mars. Penelitian menunjukkan bahwa embrio hewan yang biasa hidup di bumi tidak dapat berkembang di kondisi dengan gravitasi yang rendah. Ini adalah penelitian yang dilakukan NASA di ISS. Jadi, jika embrio tidak dapat berkembang, maka manusia yang hidup di sana tidak akan memiliki keturunan; jika bisa, mungkin akan mengalami kelainan.


Bahaya lain dari rendahnya gravitasi adalah bahaya pelemahan dan penurunan densitas tulang dan otot. Hal ini umum dialami oleh astronot yang hidup lama di luar angkasa, meski saat ini sudah diatasi dengan berbagai alat olahraga yang telah dimodifikasi. Namun diyakini penurunan densitas tulang dan otot ini tidak akan membahayakan manusia jika memang ia akan hidup di sana dalam waktu yang sangat lama; akan berbahaya jika manusia itu kembali ke bumi karena ia tidak akan lagi mampu menahan beban tubuhnya sendiri ketika ia merasakan gravitasi bumi.

Jadi, hingga saat ini belum dipastikan apakah manusia dapat hidup normal di planet Mars.

0 komentar:

Poskan Komentar