RSS

Senin, 25 Oktober 2010

MEWASPADAI AC.

DAMPAK NEGATIF AC



Penggunaan Air Conditioner (AC) sebagai alternatif untuk meng...ganti ventilasi
alami dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja, namun AC yang
jarang dibersihkan akan menjadi tempat nyaman bagi mikroorganisme untuk
berbiak. Kondisi tersebut mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan menurun
dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang disebut sebagai Sick
Building Syndrome (SBS) atau Tight Building Syndrome (TBS).

Banyaknya aktivitas di gedung meningkatkan jumlah polutan dalam ruangan.
Kenyataan ini menyebabkan risiko terpaparnya polutan dalam ruangan terhadap
manusia semakin tinggi, namun hal ini masih jarang diketahui oleh masyarakat.
Pada dasarnya desain AC yang dipakai untuk mengatur suhu ruangan secara kontinu
dapat mengeluarkan bahan polutan. Kadar gas-gas SO2, CO2, dan O2 di dalam
ruangan tidak dipengaruhi oleh keberadaan AC.
Bahan partikulat dapat dikurangi
secara signifikan oleh AC dengan filter yang efektif.
Kadar pollen di dalam
ruangan dapat berkurang secara signifikan dengan adanya AC.
Jumlah bakteri dan
spora di gedung dengan AC kemungkinan akan lebih sedikit daripada gedung tanpa
AC, walaupun sampai saat ini hal tersebut masih diperdebatkan.
Hasil pemeriksaan The National Institute of Occupational Safety and Health
(NIOSH), menyebutkan ada 5 sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu (Aditama,
2002) :

Pencemaran dari alat-alat
di dalam gedung seperti asap rokok, pestisida, bahan-bahan pembersih
ruangan.Pencemaran di luar gedung
meliputi masuknya ga s buangan kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap
atau dapur yang terletak di dekat gedung, dimana kesemuanya dapat terjadi
akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
Pencemaran akibat bahan
bangunan meliputi pencemaran formaldehid, lem, asbes, fibreglass dan
bahan-bahan lain yang merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.Pencemaran akibat mikroba
dapat berupa bakteri, jamur, protozoa dan produk mikroba lainnya yang
dapat ditemukan di saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh
sistemnya.
Gangguan ventilasi udara
berupa kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi udara
dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.

Kualitas udara di dalam ruangan mempengaruhi kenyamanan lingkungan ruang
kerja. Kualitas udara yang buruk akan membawa dampak negatif terhadap
pekerja/karyawan berupa keluhan gangguan kesehatan. Dampak pencemaran udara
dalam ruangan terhadap tubuh terutama pada daerah tubuh atau organ tubuh yang
kontak langsung dengan udara meliputi organ sebagai berikut.

Iritasi selaput lendir:
Iritasi mata, mata pedih, mata merah, mata berairIritasi hidung, bersin,
gatal: Iritasi tenggorokan, sakit menelan, gatal, batuk kering
Gangguan neurotoksik: Sakit
kepala, lemah/capai, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasiGangguan paru dan
pernafasan: Batuk, nafas berbunyi/mengi, sesak nafas, rasa berat di dadaGangguan kulit: Kulit
kering, kulit gatalGangguan saluran cerna:
Diare/mencretLain-lain:
Gangguan
perilaku, gangguan saluran kencing, sulit belajar

Keluhan tersebut biasanya tidak terlalu parah dan tidak menimbulkan
kecacatan tetap, tetapi jelas terasa amat mengganggu, tidak menyenangkan dan
bahkan mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja para pekerja.

Cara menghindari dampak negatif AC, ikuti beberapa tip berikut:

Sebaiknya luangkan waktu
Anda, walau sedikit, untuk berjalan-jalan keluar ruangan. Selain baik bagi
tubuh, pikiran juga akan terasa lebih rileks.Jangan biarkan udara AC
langsung mengenai tubuh karena dapat berefek buruk pada kesehatan.
Aktifitas fisik, terlebih
olahraga teraturlah, sangat dianjurkan. Termasuk pula Anda yang menjalani
rutinitas sehari-hari di ruang ber-AC.
Jagalah kebersihan.

Secanggih apapun fasilitas Anda gunakan demi kenyamanan Anda bekerja,
tidak akan efektif jika Anda tidak menjaga kebersihan ruangan tersebut.Biarkan sesekali udara dan
cahaya masuk ke dalam ruangan ber-AC Anda, untuk memberikan efek fresh
pada udara dalam ruangan tersebut.Letakkan tanaman indoor
ditempat Anda bekerja, sangat membantu mengurangi dampak polusi.Bagi pekerjaan kantor,
jujurlah pada diri sendiri, jika kondisi kesehatan sedang tidak fit,
sebaiknya minta izin untuk tidak masuk daripada menularkannya pada orang
lain.
Gunakan hanya AC yang bebas
CFC atau freon, karena ratifikasi standar lingkungan dunia sudah
mengharuskan penghapusan terhadap CFC yang dapat mengakibatkan lapisan
ozon dalam waktu yang lama.

0 komentar:

Poskan Komentar